Kembali ke Arena
Bancakan "Makan Bergizi": Kala Sepiring Nasi Siswa Disulap Jadi TV Raksasa dan Motor Listrik
Arena Debat

Bancakan "Makan Bergizi": Kala Sepiring Nasi Siswa Disulap Jadi TV Raksasa dan Motor Listrik

R
Redaksi Utama
6 June 2026
"Ini adalah akun untuk redaksi"
35

Skandal korupsi yang menjerat eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, dan dua wakilnya adalah tamparan keras bagi moralitas pejabat publik kita. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi oase bagi anak-anak kurang gizi, justru dikeringkan oleh mereka yang diamanatkan untuk mengelolanya. Menggunakan yayasan afiliasi pribadi untuk memonopoli proyek miliaran per hari bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan kemanusiaan yang merampas hak dasar generasi penerus.

Perdebatan paling tajam muncul dari daftar barang pengadaan yang dimark-up dengan sangat brutal dan nir-empati. Anggaran yang seharusnya lari ke protein dan sayuran malah disulap menjadi 21.801 unit motor listrik, puluhan ribu sepatu dan tablet, hingga 5.400 unit televisi 75 inci. Publik patut menggugat kewarasan para perencana anggaran: apa urgensinya televisi raksasa untuk program makan anak sekolah? Hal ini membuktikan bahwa sejak awal, proyek triliunan ini telah didesain sebagai lahan bisnis para vendor, bukan untuk urusan perut rakyat.

Kasus ini memicu pesimisme mendalam terhadap niat baik pemerintah dalam menjalankan program populis. Jika program semulia memberi makan anak saja bisa dibajak sebrutal ini di depan mata, bagaimana publik bisa percaya pada megaproyek lainnya? Hukuman seberat apa pun bagi ketiga tersangka tidak akan bisa mengembalikan gizi yang telanjur dicuri dari piring anak-anak Indonesia.

Posisi Anda

Kontra Netral Pro

✓ Posisi Anda telah disimpan

Peta Opini Publik (2 pembaca)
Cenderung Pro
KontraPro

Pohon Argumen

Belum ada argumen. Jadilah yang pertama berkontribusi.

Ingin ikut berdebat?

Login sebagai Kontributor